Monday, 17 October 2016

Peluang Bisnis Waralaba di Era MEA

Peluang Bisnis Waralaba di Era MEA

Era MEA saat ini merupakan puncak kejayaan bagi semua bisnis di berbagai lini. Saat ini bahkan di kota kecil seperti kota tempat saya tinggal, Tegal, banyak sekali toko-toko baru yang berderet di sepanjang ruas jalan raya. Kalau dulu toko hanya dimiliki oleh orang yang turun temurun menjalankan bisnis, kini tidak demikian yang terjadi.

Orang saat ini lebih melek dengan tekhnologi. Itulah yang membuat arus informasi mudah didapat. Dengan kemudahan akses informasi itu membuat orang yang dulu tidak mempunyai ilmu tentang bisnis bisa dengan mudah memperolehnya di situs website, ebook dan youtube yang merangkai banyak ilmu yang dulunya hanya bisa diperoleh di bangku kuliah. Jadi jika ditanya kenapa sekarang banyak pebisnis online dan offline bertebaran, salah satu alasannya karena makin tingginya minat belanja masyarakat. Konsumsi meningkat seiring dengan keuangan yang menanjak. Banyak kaum orang kaya baru yang memiliki kecenderungan untuk menghabiskan uangnya sebagai bukti kepemilikan harta. Tak hanya dalam bentuk kios bisnis, tapi properti dalam bentuk rumah, kondominium dan apartemen pun mulai dilirik. 

Tak ayal, dari sekian banyak pilihan untuk bisnis, peluang bisnis yang beragam pun mulai dipilah. Dari yang bermodal kecil, sedang hingga besar. Dari yang bisnisnya skala makro hingga mikro. Kalau dari segi jumlah penjualan hal ini berhubungan dengan tingkat tren yang menanjak tinggi. Kalau dulu trenya orang belanja di pasar tradisional sekarang karena peluang bisnis waralaba makin besar maka waralaba mulai menjamur di mana-mana. Hal ini tentu saja memiliki dua dampak, persaingan dengan pasar tradisional yang meningkat juga terbukanya peluang lapangan pekerjaan.

Saya rasa dengan adanya peluang bisnis waralaba, tak hanya waralaba seperti Alfamart, namun juga waralaba yang kecil seperti kios minuman atau makanan di pinggir jalan adalah sebuah alternatif bagi mereka yang ingin mengembangkan bisnis dengan modal pas-pasan namun ingin hasil yang pasti. Karena seperti yang kita tahu bahwa waralaba memiliki konsep bisnis yang jelas yaitu bagi orang yang bekerjasama maka akan mengcopy paste semua produk dan sistem bisnis yang ada, bahkan jika produknya berupa makanan maka resepnya pun plek-jiplek dengan waralaba pusat. Kalau sistem perekrutannya bagaimana bagi yang memiliki waralaba? Bisa diserahkan kepada pusat untuk rekrutmen, ataupun tergantung kebijakannya kembali.

doc : alfamartku.com
Yang saya tahu ada beberapa waralaba yang bahkan sangat detail dalam mengonsep gerai barunya. Hal ini berhubungan dengan perhitungan untung rugi saat membuka cabang baru. Bayangkan jika kamu tidak tahu tren apa yang sedang berkembang di sebuah daerah, apa yang disukai, apa yang menjadi sebuah kebutuhan, itulah yang seharusnya diisi oleh bisnis waralaba.

Jika peluang bisnis waralaba tanpa perhitungan yang matang ini membuat pelakunya salah langkah. Maka dari itu, mengonsep dengan detail, meriset kebutuhan di daerah tersebut bahkan melihat apakah perlu disesuaikan dengan budaya atau adat setempat, ini yang paling penting. Sebuah bisnis bisa diterima oleh masyarakat tersebut karena menjangkau semua lapisan masyarakat yang ada. Dengan berbekal sistem dari pusat, cabang di daerah tinggal menjalankan sesuai intruksi sehingga semuanya dapat berjalan dengan lancar.

Bagaimana dengan stok barang? Hal ini bisa disesuaikan dengan daerah tersebut. Jika dekat dengan waralaba pusat, peluang bisnis waralaba di cabang daerah akan mudah mendapatkan stok barang karena letaknya yang dekat sehingga biaya transportasi bisa ditekan seminimal mungkin. Nah, kalau kamu, apa yang kamu tahu tentang peluang bisnis waralaba? Share dong di komentar. :)


1 comment:

Oyong Ilham said...

saya kurang memahami secara detail bisnis waralaba ini ... tak baca baca dulu