Sunday, 16 January 2022

[Kesenian dan Budaya Jepang] Ryukyu Buyo, Tarian Samurai Asal Okinawa Jepang

 


Yang paling penting adalah semangat yang mendasari seni pertunjukan Ryukyu. "Chimugukuru – Ketulusan", jiwa orang Okinawa… Itulah yang ada di balik tarian. 


Okinawa di barat daya Jepang terdiri dari banyak pulau yang indah. Selama 450 tahun sejak abad ke-15, Kerajaan Ryukyu yang merdeka makmur, secara aktif berinteraksi dengan Cina dan negara-negara Asia Tenggara. 


Ryukyu Buyo diciptakan sebagai seni pertunjukan untuk menghibur utusan asing. Para penari semuanya adalah pria elit dari keluarga samurai. Keindahan gaya yang dipoles dikembangkan selama periode ini. 


Ryukyu Buyo dulu disebut tarian ritual. 


Saya pikir gerakan dasarnya lahir dari upacara doa dan festival. Ini pertama kali dilakukan selama periode dinasti. Ini dimulai sebagai seni pertunjukan untuk menghibur tamu negara. Kami mempertahankan martabat yang besar sambil menawarkan keramahan. 


Ryukyu Buyo, Tarian Samurai Asal Okinawa Jepang 


MIYAGI Noho, Master Tari dan Harta Karun Nasional yang Hidup, telah mempertahankan tradisi Ryukyu Buyo selama hampir 80 tahun. 


Dia mengatakan bahwa akarnya terletak pada tarian klasik dari periode dinasti. 


“Rojinodori”, “Wakashuodori”, “Nisaiodori”, dan “Onnaodori”… Bentuk-bentuk tarian klasik diklasifikasikan seperti itu. 


Tarian Rojinodori :


Tarian Rojinodori dilakukan pada jamuan makan selama periode dinasti. Mereka ditarikan dengan khusyuk oleh para pria tua di depan raja dan tamu negara untuk merayakan kemakmuran dan umur panjang mereka. 


Tarian Wakashuodori :


Tarian Wakashuodori dibawakan oleh anak laki-laki berusia sekitar 14 dan 15 tahun. Tarian ini merupakan tarian untuk mendoakan kebahagiaan anak muda, dan anak laki-laki berkostum feminin menghibur tamu negara. 


Tarian Nisaiodori: 


Dan ada tarian Nisaiodori. Gerakan dasar karate tergabung dalam tarian yang lincah ini. Performa Nisaiodori yang ideal memadukan kekuatan dan fleksibilitas dengan sempurna. 


Meenuhama adalah tarian perwakilan Nisaiodori. Ini menggambarkan pelabuhan yang indah, memuji keanggunan kapal feri dan burung yang terbang melewatinya. 


Tarian Onnaodori :


Dengan kostum glamor dan tariannya yang anggun, onnaodori disebut sebagai “bunga Ryukyu Buyo”. 


Pada masa dinasti, tarian klasik ditarikan oleh “onnagata”, laki-laki berpakaian seperti perempuan. Noho juga telah tampil sebagai onnagata selama bertahun-tahun. 


Setelah berpuluh-puluh tahun menari sebagai onnagata, saya telah belajar bahwa jika seorang pria menari dengan mengingat gerakan dasar dengan kuat, dia dapat menghadirkan pesona feminin yang sesungguhnya. Berpura-pura menjadi seorang wanita atau berusaha keras untuk menjadi feminin bukanlah ide yang baik sama sekali. Ini semua tentang bergerak dan menari sebagai diri alamimu. Kamu harus memiliki kemauan yang kuat dan konsisten. Dan kamu harus melakukannya dengan bermartabat. 


Tarian Shudun:


"Shudun" adalah tarian tertinggi yang membutuhkan tingkat kinerja tertinggi. 


Dimulai dengan penari berjalan perlahan ke panggung utama, dengan kaki meluncur dan mata terfokus pada satu titik, menunjukkan bahwa wanita itu fokus pada sesuatu yang serius. 


Hal ini benar-benar hanya gerakan dan tindakan yang sangat terkendali. Sebaliknya, pikiran wanita yang mengalir dari dalam sangat besar. 


Di bagian tengah, ekspresi wajah dan gerakan tangan yang sangat halus menunjukkan hatinya yang tidak puas. Hanya mata dan sedikit gerakan kepala yang mengungkapkan begitu banyak perasaan. 


Mata penari bergerak dalam garis melengkung seolah-olah membuat bentuk segitiga terbalik. 


Bangun dari mimpi kekasihnya, dan menatap bulan, gerakan itu mengungkapkan lamunan. Dan gerakan yang disebut "makurat". 


“Bangun dari mimpi kekasihku… Kami tidur berdampingan di atas bantal. Ah, itu hanya mimpi.” 


Itu adalah isyarat yang mengungkapkan kesedihan wanita seperti itu. 


Gerakan tangan melihat bulan menunjukkan rasa kehancuran yang tak tergoyahkan. Gestur seperti menggendong bayi mengungkapkan perasaannya yang membara untuk orang yang dicintainya. Bagaimanapun, itu menunjukkan keinginan seorang wanita. 


Kamu harus memikirkan "bentuk" dengan cara yang terkendali, menjaga keinginanmu di dalam daripada mengeluarkannya secara realistis. Ada keindahan dalam caramu menari seperti yang kamu pikirkan. 


Jikata terus mendukung tradisi Ryukyu Buyo. Ansambel terdiri dari koto, seruling, dan drum, ditambah inti "Uta sanshin", bernyanyi sambil memainkan sanshin. 


Menyanyi adalah elemen utama dari iringan, dan sanshin menciptakan melodi. 


Untuk Uta sanshin, kamu benar-benar perlu melatih suaramu. Poin terpenting adalah kemampuan untuk memproyeksikan suaramu. 


Saya banyak menekankan itu dalam praktik. Saya percaya Jikata adalah bagian inti dari Ryukyu Buyo. Koreografi didasarkan pada nyanyian. Tarian menjadi fokus utama setelah di atas panggung. Namun, lagunya ditulis terlebih dahulu dan kemudian tariannya mengikuti.


Bagaimana penyanyi dapat membantu para penari untuk tampil dengan nyaman? 


Kau tidak dapat melakukan Jikata tanpa banyak berlatih. Sepenuhnya memahami makna lagu dan bernyanyi dengan penuh emosi… 


Ketika menjadi satu dengan tarian, itu menciptakan Ryukyu Buyo yang sebenarnya. 


❤️❤️❤️


Akhir Kejayaan Kerajaan Ryukyu di Okinawa Jepang :


Kerajaan Ryukyu berakhir pada tahun 1879, tetapi nyala api Ryukyu Buyo tidak padam. 


Kelas samurai, yang menjalankan tradisi, kemudian mulai tampil di teater-teater kecil. Gaya itu disebut "Zoodori". 


Setelah kerajaan runtuh, teater komersial lahir. Itu diciptakan dari kehidupan orang-orang biasa. Berbeda dengan bentuk tarian klasik, itu ditandai dengan tarian spontan dan berirama. 





Tarian Hamachidori yang Ditarikan oleh Laki-laki: 


"Hamachidori" adalah salah satu tarian zoodori paling populer. Hanya laki-laki yang menari pada periode dinasti, tetapi sekitar waktu ini perempuan juga mulai berpartisipasi. Ini meletakkan dasar bagi penciptaan penari wanita yang luar biasa saat ini. 


Ryukyu Buyo terus berkembang, menjalani kehidupan baru mengikuti arus zaman. Yang mendasari semuanya adalah dunia unik yang dipelihara selama era Kerajaan Ryukyu. 




Bagaimana Ryukyu Buyo diturunkan begitu lama? 


Kuncinya adalah semangat yang mendasari seni pertunjukan Ryukyu. Ini adalah "Chimugukuru", hati dan jiwa orang Okinawa. 


Nenek moyang kita dengan tegas melindungi dan memeliharanya, dan mewariskannya kepada kita hari ini. Kita harus memastikan bahwa kita mewariskannya kepada generasi berikutnya. Saya merasa bahwa kami memiliki rasa tanggung jawab dan kewajiban. 


Kata Okinawa "Chimugukuru" mengacu pada perasaan ketulusan terdalam yang bersemayam di hati. 


Selama perasaan itu masih ada, api Ryukyu Buyo tidak akan pernah padam.


❤️❤️❤️

Saturday, 15 January 2022

[Kesenian dan Budaya Jepang] Rakugo : Menciptakan Dunia dari Ketiadaan

 

Jepang zaman edo tempo dulu


Hanya seorang diri di panggung, tanpa kostum dan dekorasi. Hanya dengan gerakan dan kata-kata, tawa pun tercipta. 


Apa esensi Rakugo yang dapat memikat orang lebih dari 4 abad?


Tema Rakugo adalah pengalaman batin dan hal-hal yang manusiawi seperti kebahagiaan, kesedihan, dan kekesalan. Semua itu dijadikan lelucon untuk dinikmati penonton. 


Yanagiya Sankyu, seorang Rakugo Storyteller, sudah 55 tahun melakoni kesenian Rakugo. Baginya Rakugo sangat dicintai dan dibanggakan. Kesenian ini menjadi kehidupannya hingga kini.


Menurutnya, pesona rakugo bisa dipahami oleh siapa saja, bahkan oleh anak kecil sekalipun. Karena Rakugo lahir dari kesederhanaan. Dimulai dari suara dan gensture tubuh, rakugo menghadirkan hiburan bagi masyarakat Jepang tempo dulu hingga kini. 


Asal usul Rakugo : 


Lima abad yang lalu, saat para samurai berlaga pada masa perang saudara, Otogishu yang mendampingi para jendral menuturkan kisah jenaka untuk mengurangi ketegangan. Konon, ini merupakan salah satu akar terbentuknya kesenian Jepang bernama Rakugo.


Abad ke-17, pada zaman Edo yang damai, rakugo dipoles menjadi budaya adiluhung. Hanya ada satu orang di panggung kosong. Ia bercerita dan membuat penonton tertawa dengan kalimat pamungkas. 



Tidak ada tandingan Rakugo di dunia ini. Banyak yang bisa diekspresikan dari kekosongan.


Pendengar diajak membayangkan sendiri ceritanya karena sederhana, kesedihan dan kejenakaannya lebih terasa. Kesederhanaan itu dibentuk selama 3-4 abad. 


Mengapa kesederhanaan rakugo bisa terus memikat orang selama lebih dari 4 abad? 


Penonton dan pencerita Rakugo berbagi kata-kata, perasaan, dan pemandangan. Dengan begitu terciptalah satu Rakugo yang utuh. Kemampuan pencerita saja tidak cukup. Penonton pun tidak akan terhibur jika mengandalkan dunia sendiri. Dengan berbagi imajinasi yang sama, maka karya yang bagus bisa tercipta.


Saksikanlah cara pencerita menciptakan dunia dan cara penonton membayangkannya.


❤️❤️❤️


"Hatsu Tenjin" : Kisah bapak-anak yang mengunjungi kuil pada tahun baru.


"Ayah! Ajak aku ke kuil dong!"

"Tidak mau! Kamu pasti minta dibelikan ini-itu."

"Jangan begitu, Ayah. Aku tidak minta dibelikan apa-apa. Aku akan bersikap baik. Ayo ajak aku!".

"Ngomong apa kamu? Memang pernah kau bersikap baik?"

"Ih, Ayah..."

"Apa boleh buat. Ayo! Tapi, jangan minta dibelikan macam-macam ya!"

"Iya!"

"Janji?" 

"Janji!"

"Sungguh?"

"Sungguh!"

"Serius?"

"Serius!"

"Benar ya? Janji ya?"

"Ya sudah, Ayah ajak. Ayo!"


🍁🍁🍁


"Lihat anak itu bergelantungan… diangkat oleh ayah-ibunya. Manisnya anak itu. Jadi anak harus patuh."

"Aku juga mau diangkat."

"Dasar bocah! Ya sudah. Sini tanganmu Pegang yang kuat ya, akan kuangkat."

"Ayah polos ya."

"Lancang! Mengejek orang tua."

"Ada orang. Jangan jauh-jauh dari Ayah biar tidak hilang."

"Tenang Aku tidak akan hilang."


🍁🍁🍁


"Wah, banyak orang ya."

"Banyak warung juga. Ada jajanan."

"Aku tidak merengek minta dibelikan ini-itu. Aku sudah bersikap baik. Ayo belikan hadiah."

"Mulai deh!"

"Ayah, ada warung dango!" 

"Bilang apa kau?"

"Dango!"

"Tidak boleh!" 

"Dango! Dango! Dango! Belikan dango!" 

"Jangan keras-keras suaranya!"



❤️❤️❤️


Para penonton membayangkan yang tengah terjadi. Saya pun menawarkan dunia saya kepada penonton. Ketika imajinasi saya dan penonton selaras, saya merasa gembira sampai ingin loncat, karena penonton merasakan suasana yang sama. 


Penonton ingin mendengar lagi, merasakan lagi. Mereka datang lagi untuk mendengarkan rakugo. 


❤️❤️❤️


Dialog Pertunjukan Rakugo :


"Terima kasih!"

"Waduh, menetes." 

"Agar bisa dimakan anak-anak."

"Ada madunya?"

"Makanlah."

"Tidak mau!"

"Ayah sudah menjilati madunya." 


❤️❤️❤️


Rakugo, kesenian yang disempurnakan sekian lama di atas panggung. Ada lebih 500 cerita yang dibawakan lebih dari 1000 pencerita rakugo. 

Mari saksikan teknik menyampaikan humor dari masing-masing cerita. Yang tidak terlihat akan tampak "memperlihatkan" lewat gerakan. 


❤️❤️❤️


Contoh Dialog Rakugo :


"Aduh, capek."

"Selamat siang."

"Selamat datang. Mau pesan apa?"

"Sake dua cangkir dan tuna sashimi."

"Silakan."

"Senangnya." 

"Sake paling enak diminum saat letih. Ah, sedapnya."

*Mencocol wasabi yang banyak.

"Ah, enak sekali."

"Aduh, wasabinya menyengat. Sampai nangis." 

"Berapa?"

"Satu shu."

"Sebentar ya. Ini uangnya."

"Terima kasih."

"Sake… Aduh, hujan deras sekali."




"Rumah siapa ini? Samurai kah?"

Membersihkan pedang

"Ih, berlebihan"


🍁🍁🍁



"Hujan sudah reda. Pergi ah."

"Soba… Pas sekali. Saya pesan semangkuk."

"Terima kasih."

"Hari ini dingin ya."

"Maaf sudah menunggu."

"Sudah jadi?"

"Sumpitnya sekali pakai."

"Hmm, harum."

"Terima kasih."

"Soba tipis memang enak. Enak..."

"Terima kasih."

"Berapa?"

"16 mon." 

"Tunggu sebentar. Ada uang receh."

"Ini 16 mon. Terima kasih."




❤️❤️❤️


"Ibu, aku pulang!"

"Kuma, kok pulang larut?"

"Seharusnya lebih cepat. Soalnya hari ini aku sibuk. Aku mau tidur. Selamat tidur!"

"Hei, Kuma! Ya ampun, tidur dia."


🍁🍁🍁


Nasib Para Pencerita Rakugo :


Demi memperdalam esensi rakugo para pencerita terus memoles teknik. Cuma satu pencerita dan satu rakugo. Seni bercerita rakugo yang ia ciptakan akan mati bersamanya. 


"Sekalipun saya mengajari murid saya, hasilnya pasti beda. Sebab setiap orang punya ciri khas. Jika mewariskan rakugo tanpa kekhasan individu, hasilnya tidak akan menarik. Rakugo bukan seni yang diwariskan. Kalau pelakonnya wafat berakhir pula seninya."


Inilah klimaks lakon Hatsu Tenjin Saksikanlah teknik yang luar biasa. 😉


❤️❤️❤️




Lanjutan Contoh Dialog Rakugo :


"Ayah, ada yang jual layangan."

"Layangan! Layangan!"

"Sudah, tidak usah berteriak! Makanya Ayah tidak mau mengajakmu. Uang untuk sumbangan kuil sudah habis. Taruh di sini."

"Minta tolong naikkan layangan?"

"Di sana sepi."

"Apa boleh buat. Sini Ayah mainkan. Bawa kemari!"

"Ayah di mana? Di sini?."

"Salah, di sana." 

"Di mana? Di sini?"

"Layangannya naik. Wah, Ayah hebat! Langsung naik!"

"Tentu saja. Sewaktu kecil Ayah pintar main layangan."

"Wah! Naik terus!"

"Kalau sudah lebih tinggi Ayah serahkan kepadamu."

"Sungguh? Berikan kepadaku!"

"Berisik! Sana pergi. Ini bukan mainan anak-anak."

"Lho, Ayah kan membelikan untuk aku. Kalau begini, sebaiknya tidak mengajak Ayah."

-End-

❤️❤️❤️


Sumber : Japan Foundation 

https://youtu.be/C_80hYmPMtc