Tuesday, 14 January 2020

7 Persiapan Sebelum Menikah Yang Wajib Diketahui


7 Persiapan Sebelum Menikah Yang Wajib Diketahui :

Menikah bukan hanya untuk menyenangkan kedua mempelai, namun juga untuk menyatukan kedua keluarga. Apa saja persiapan sebelum menikah yang wajib diperhatikan? Simak selengkapnya ya!


1. Bekal Pra Nikah Wajib Bagi Kedua Calon Pengantin


Seorang teman mengabari saya bahwa sekarang sudah ada sertifikasi pra nikah yang mengharuskan adanya pembekalan sebelum menikah. Bekal pra nikah ini tujuannya baik yaitu agar kedua calon mempelai tahu hak dan kewajiban setelah menikah. Jadi diharapkan angka perceraian di masyarakat bisa diminimalisir. Mengingat saat ini banyak orang yang menikah hanya dalam waktu singkat lalu bercerai dengan berbagai masalah seperti KDRT, tidak dinafkahi, cek-cok, selingkuh, dsb. Jadi bekal pra nikah ini wajib diikuti oleh kedua calon pasangan.

Bagaimana jika keduanya tidak berdomisili dalam satu kota? Tetap harus menyediakan waktu untuk sesi bimbingan pra nikah ini karena kini statusnya wajib bagi orang yang mengajukan formulir menikah di KUA. Kalau sudah dinyatakan lulus baru deh bisa mempersiapkan akad nikah dan pesta pernikahan, karena keduanya sudah dianggap paham dan tahu mana yang menjadi hak dan kewajiban bagi masing-masing calon pengantin.


2. Menyiapkan Mahar Terbaik untuk Calon Istri

Seorang lelaki yang akan menikahi perempuan yang ia cintai wajib menyediakan mahar pernikahan. Dalam Islam tidak ada ketentuan khusus untuk jumlah mahar yang digunakan dalam sebuah akad nikah, namun Rasulullah menganjurkan untuk memberi sebuah cincin besi pada sahabat yang akan menikah. Jika dianalogikan dengan kondisi saat ini, maka cincin yang digunakan bisa berupa cincin emas, cincin perak maupun cincin berlian. Cincin untuk laki-laki dianjurkan berupa perak, karena emas hanya dipakai untuk perempuan.





3. Ijab Kabul dalam Satu tarikan Nafas

Bagi seorang muslim, maka diwajibkan untuk mengucapkan lafadz ijab kabul dalam satu tarikan nafas. Tujuannya apa? Agar sang calon pengantin yakin bahwa orang yang ia sebut namanya dalam ijab kabul tersebut memang benar pilihan hatinya. Coba bayangkan kalau dia salah nyebut nama atau nyebutnya tidak lancar, berarti si laki-laki ragu dengan pilihannya. Nah, buat laki-laki yang mau nikah nih, jangan lupa buat ngapalin nama calonnya ya. Sekalian binti blablabla dan apalin juga lafadz ijab kabul yang benar biar lancar dalam satu tarikan nafas. Sekali aja ijab kabulnya, nggak usah ngulang ya, gaes. Emangnya ini ujian sekolah? :P


4.       Mengadakan Walimatul Ursy Setelah Akad Nikah Usai

Setelah diadakan akad nikah, maka mempelai dianjurkan untuk mengenalkan pasangannya pada masyarakat. Itu sebabnya dibuatlah syukuran atau tasyakuran. Kalau di kampung biasanya disebut dengan istilah walimatul ursy. Anjuran untuk mengadakan syukuran ini tujuannya baik ya, agar masyarakat tahu bahwa si perempuan sudah menikah. Nah, jika melihat perempuan itu sudah satu rumah dengan suaminya, maka tidak ada pandangan miring tentang perempuan tersebut karena statusnya sudah sah di mata hukum dan agama, selain itu juga sudah dikenal  oleh masyarakat di lingkungan sekitar rumah. Trus, syukurannya juga yang sederhana aja, nggak perlu yang sampai harus nyewa layos 7 hari 7 malam. Ini kan mau nikahan, gaes. Bukan tahlilan. Jadi acara resepsi dan syukuran sehari aja udah kelar juga tak masalah. Yang penting sudah bikin woro-woro, tho? :P



5. Mengenalkan Anggota Kedua Keluarga


Banyak yang kadang salah tingkah ketika acara pernikahan digelar. Ternyata kedua mempelai belum saling kenal alias kenalannya cuma pas taaruf aja. Ini bikin saya bertanya-tanya. Nah lho, gimana dong caranya mengenal anggota keluarga lainnya kalau sama pasangan sendiri aja kenalnya cuma bentar doang. Inilah pentingnya mengenalkan anggota kedua keluarga. Minimal udah deket lah sama anggota keluarga lainnya, nggak cuma sama pasangannya aja. Karena walau gimana pun nanti kan bakalan jadi keluarga inti. Harus ada penyesuaian karakter dan itu seharusnya udah dibahas jauh-jauh hari waktu perkenalan dengan pasangan. Jadi harapannya keduanya saling memperkenalkan keluarga masing-masing agar semakin akrab. Trus, selain mengenalkan juga dikasih tahu gimana cara menghadai berbagai karakter keluarga tersebut karena yang paling tahu karakter saudaranya ya pasanganmu sendiri. Jadi jangan sampai ada gap yang besar di antara kedua keluarga karena belum saling mengenal sebelumnya.

6. Menyediakan Makanan yang Sesuai dengan Jumlah Undangan

Saya pernah dengar bahwa menerima undangan dari seseorang itu hukumnya wajib dipenuhi. Jadi kalau bisa dateng ya dateng dong. Tapi ada satu hal yang perlu dipikirkan nih. Kalau undangannya  400 orang misalnya, berarti masaknya dilebihkan ya. Biar nggak ada tragedi kurang makanan di walimatul ursy. Nanti bisa dijadiin bahan gosipan sama mamak-mamak sekampung. :p 

Trus kalau undangannya hanya untuk satu orang ya kalau bisa yang dateng ya satu ya, gaes. Kasian kalau yang dateng ternyata bawa rombongan sirkus sebanyak 10 orang. Kan kasian pengantinnya karena nanti jumlah makanannya tidak pas. Padahal udah dipasin dengan jumlah undangannya. Hasilnya yang beneran diundang malah ga kebagian makanan, yang nggak diundang malah ikutan makan. Itu sebabnya Rasulullah mengatakan bahwa jika tidak dundang, lebih baik tidak datang. Pun sebaliknya, jika diundang dalam acara pernikahan, maka hukumnya wajib datang. 

Kalau dilogika ya karena pengantin sudah mengharapkan kita untuk hadir ya. Selain itu datang ke acara pernikahan juga merupakan salah satu wujud syukur dan ikut bahagia atas kebahagiaan orang lain. See ya, itung-itung nyenengin orang lain di hari bahagianya ya.


7. Tidak berhutang untuk Pesta Pernikahan

Selama ini banyak bahasan diskusi tentang dilema orang yang menikah tapi dengan modal uang hutangan. Hasilnya ketika amplop yang diterima tidak sepadan dengan uang yang dikeluarkan, maka itu akan membuat hutang tidak bisa terbayar. Solusinya ya jangan berlebihan untuk pesta pernikahannya. Bikin saja pesta sederhana yang tujuannya untuk syukuran. Jadi nggak berlebihan, nggak mewah-mewahan yang sampai memaksakan diri demi gengsi keluarga. Khawatirnya justru jika pernikahan tersebut dimulai dengan hutang, maka keluarga baru itu akan berat menjalani kehidupan pernikahan tersebut. Karena hari-hari berikutnya justru menjadi hari-hari untuk memikirkan bagaimana cara membayar hutang untuk biaya resepsi pernikahan. So, usahakan menikah dengan modal seminimalis mungkin agar tidak perlu berhutang dan menghamburkan uang yang tidak perlu ya. Karena pesta sehari seharusnya untuk pembuka bahagia selamanya, bukan justru menjadi pintu gerbang kesengsaraan. Right? ;)

Nah, selamat menyiapkan acara pernikahanmu ya, good people. Semoga kamu dipertemukan dengan orang yang tepat dan saling menyempurnakan ya. ;)

No comments: