Langsung ke konten utama

Peluang Kerja Untuk Orang Yang Pernah Mengalami Kusta (OYPMK) dan Penyandang Disabilitas di Indonesia



Hingga saat ini, Orang Yang Pernah Mengalami Kusta (OYPMK) dan penyandang disabilitas mengalami berbagai tantangan dan kesulitan kala kembali ke masyarakat. 


Berbagai bentuk stigma mereka alami, meskipun sudah menjalani pengobatan dan sembuh dari kusta, mereka tetap terjebak dalam lingkaran diskriminasi. Salah satu dampaknya OYPMK dan penyandang disabilitas kesulitan mendapat pekerjaan.


Penyandang disabilitas termasuk OYPMK dianggap kelompok yang tidak produktif, tidak memiliki kemampuan yang layak serta adanya kekhawatiran kerugian materil perusahaan dalam menyediakan aksesibilitas di tempat kerja menjadi salah satu hambatan yang ditemukan dari sisi penyedia kerja.


Dalam proses OYPMK dan penyandang disabilitas dalam mempersiapkan diri untuk produktif dalam bekerja, tidak jarang ditemukan kesulitan dalam mengembangkan diri dan kemampuan karena keterbatasan dan kurangnya dukungan sosial dari masyarakat.


Selain itu, hal ini terjadi karena tidak teraksesnya rehabilitasi sosial yang sangat diperlukan untuk meningkatkan fungsi sosial pada OYPMK dan penyandang disabilitas secara optimal dan membantu proses integrasi sosial penyandang disabilitas di masyarakat.


Mengapa hingga saat ini persoalan akses pekerjaan bagi OYPMK dan penyandang disabilitas masih terus terjadi?


Bagaimana upaya pemerintah dalam hal ini Kemensos serta sektor swasta dalam mendukung terwujudnya akses pekerjaan bagi OYPMK dan penyandang disabilitas? 


Kita akan perbincangkan Webinar KBR bertema Rehabilitas Sosial yang Terintegrasi Dalam Membentuk OYPMK dan Disabilitas Siap Kerja dan Berdaya bersama narasumber:

1. Sumiatun S.Sos, M.Si - Direktorat Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Kemensos 

2. Tety Sianipar - Direktur Program Kerjabilitas




Sejak dulu, penyandang disabilitas secara umum mengalami banyak masalah baik secara social maupun lainnya di masyarakat. Namun, kini masalah penyandang disabilitas ini akan ditangani melalui lintas sektor. Jadi, urusan ini menjadi masalah bersama bagi seluruh kementrian, tidak hanya Kemensos saja. 


Di Kementrian Sosial, ada program asistensi di mana kementrian akan membantu penanganan masalah disabilitas di masyarakat.


Misal disabilitas perlu bisa menggunakan telepon genggam atau internet, maka dibuatlah pelatihan untuk pemberdayaan para penyandang disabilitas sehingga mereka bisa berdaya di masyarakat.


Maka, akan dilakukan kegiatan pelatihan untuk memaksimalkan yang ada dulu, karena banyak teman disabilitas yang sudah menggunakan platform social media seperti Facebook untuk kehidupan sosial mereka sehari-hari.


Kemensos akan fokus di sektor formal karena selama ini penyandang disabilitas selalu dikaitkan dengan pekerjaan nonformal. Sebenarnya, tidak ada yang salah dengan hal itu. Karena pekerjaan dan penghidupan akan tetap sama seperti lainnya. Namun, sebenarnya kawan disabilitas banyak yang bekerja di sector nonformal karena pekerjaan itulah opsi yang tersedia dan satu-satunya.


Isu penyandang disabilitas itu sudah banyak perubahan paradigma yang kita alami dan rasakan. Di mana dulu sebagai objek, kini sebagai subjek. Dulu isunya hanya sector social saja, sekarang sudah multisector. 


Jadi, tidak hanya tanggungjawab Kementrian Sosial, namun juga penanganan bersama lintas sector dari seluruh kementrian yang ada, juga dinas  sosial yang ada di daerah. 


Jadi, penanganan bersama dan komprehensif dalam rangka penghormatan, perlindungan, dan pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas.


Di Kementrian Sosial ada program ATENSI (Asistensi dan Rehabilitasi Sosial). Di mana program ini, kita memberdayakan penyandang disabilitas dalam penanganan dan juga permasalahan. Ada 26 hak-hak penyandang disabilitas yang harus kita penuhi, dan salah satunya adalah hak pekerjaan. 


Ada 26 hak disabilitas, salah satunya adalah hak pekerjaan. Ada beberapa Pemenaker dan Undang Undang UU tahun 2016 yang berhubungan dengan aturan yang membantu penyandang disabilitas untuk memasuki dunia kerja. Aturan ini disesuaikan dengan melihat ragam disabilitas fisik.


Kerjabilitas Untuk Membantu Penyandang Disabilitas Mencari Pekerjaan Sector Formal:


Kerjabilitas menaruh perhatian khusus pada penyandang disabilitas dan OYPMK. Kerjabilitas adalah inisiatif yang dikeluarkan oleh Lembaga Saujana untuk membantu disabilitas masuk dunia kerja sector formal. 


Kerjabilitas menggunakan platform online untuk menjangkau lebih banyak penyandang disabilitas dan bisa menekan biaya yang dikeluarkan. Meskipun ada pro kontra tentang hal ini, apalagi stigma apakah disabilitas bisa menggunakan handphone dan internet?


Dalam hal mencari pekerjaan, disabilitas kesulitan untuk diterima di sector formal karena melihat kekhawatiran bahwa mereka akan kesulitan untuk melakukan pekerjaan, padahal mereka bisa melakukannya. Hanya saja, peluang masuk dunia kerja sector formal sangat sedikit. Kerjabilitas melihat dari azas keadilan bahwa hal itu tentu saja tidak berkeadilan,


Kalau saya boleh memilih mau kerja menjadi wirausaha atau melamar di posisi A atau B, maka kawan disabilitas juga memiliki hak yang sama. Itu sebenarnya yang melatarbelakangi hal ini, apalagi di perguruan tinggi sudah banyak yang mulai inklusi disabilitas.


Kerjabilitas melihat ada peluang bagi para penyandang disabilitas yang lulusan perguruan tinggi (Sarjana S1). Mereka punya potensi dan skill untuk masuk ke dunia kerja sector formal. Hanya saja, perusahaan seringkali tidak melihat potensi tersebut, sehingga peluang lapangan pekerjaan pun sangat sedikit.


Kini Kerjabilitas berusaha membantu untuk menjembatani penyandang disabilitas dengan perusahaan penyedia lapangan pekerjaan yang sekiranya bisa mereka lakukan di dunia kerja sector formal.


Kerjabilitas memberi harapan pada penyandang disabilitas untuk masuk ke dunia kerja formal. Keraguan dari perusahaan berasal dari stigma bahwa penyandang disabilitas tidak bisa bekerja di kantor.


Ada gap antara perusahaan dan penyandang disabilitas tersebut sehingga mereka khawatir penyandang disabilitas tidak bisa bekerja secara maksimal di kantor dan melakukan tugas dengan baik.


Setelah Kerjabilitas melakukan kerjasama dengan Naker dan BLK selama sebulan, lalu para penyandang disabilitas mengikuti pelatihan elektronik, dan pelatihan lainnya. Para penyandang disabilitas ini ternyata memiliki potensi untuk bekerja demi kemandiriannya sendiri.


Balai Pelatihan Kerja Dari Kemensos


Kementrian sosial memiliki balai pelatihan kerja untuk mengakomodasi para penyandang disabilitas agar bisa menyalurkan potensi bakatnya. Namun, mereka harus punya soft skill dan hard skill yang terus menerus diasah agar bisa diberdayakan di dunia kerja formal.


Kemensos punya program asistensi dan rehabilitasi sosial memberikan dukungan dan layanan langsung kepada penyandang disabilitas. 


Contohnya : adanya dukungan dan pemenuhan hidup layak, perawatan sosial dan pengasuhan anak, memberi dukungan pada keluarga, memberi terapi fisik, terapi psikososial, mental maupun spiritual. 


Selain itu, melakukan pelatihan operasional, pembinaan kewirausahaan dan dukungan aksesibilitas. Balai dari Kemensos juga memberikan pelatihan vokasional juga. Ada juga bimbingan ketrampilan fisik.


Rehabilitasi sosial adalah kegiatan untuk memulihkan dan mengembangkan kemampuan sosial agar penyandang disabilitas dapat melaksanakan fungsi sosialnya secara wajar melalui terapi psikososial. 


Misal : jika ada penyandang disabilitas yang butuh kursi roda maka akan diibantu untuk mendapatkan. Kursi roda ini bertujuan untuk mobilitas mereka sehari-hari.


Nah, semoga infonya bermanfaat ya! 


❤❤❤


More Info :

Dengarkan podcast for curious minds produksi KBR di https://kbrprime.id dan Spotify, Google Podcast, Anchor (search: KBR Prime).

Subscribe: https://www.youtube.com/beritakbr

Temukan update berita dan informasi menarik lainnya di:

  • https://kbr.id
  • https://kbrprime.id
  • https://instagram.com/kbr.id
  • https://twitter.com/beritakbr


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengatasi Saldo Terpotong Saat Transaksi Internet Banking Gagal

Cara Mengatasi Saldo Terpotong Saat Transaksi Internet Banking Gagal Pernah mengalami dana terpotong saat transaksi internet banking gagal? Saya baru aja mengalami hal ini. Kronologinya begini. Hari Jumat sore saya butuh pulsa buat internet karena sedang ada kerjaan yang harus online. Males banget buat ambil duit di ATM karena seringnya ATM di Indomaret error atau kosong isinya. Jadi saya putuskan buat beli pulsa lewat internet banking Klik BCA .

Rambu-rambu Lalu Lintas yang ada di Jepang

Rambu-rambu lalu lintas yang ada di Jepang  Rambu-rambu lalu lintas yang ada di Jepang kebanyakan ditunjukkan dalam bentuk simbol. Namun, untuk beberapa kondisi, rambu lalu lintas tidak ditunjukkan dalam bentuk simbol gambar, tetapi dalam bentuk tulisan yang ditulis dalam huruf kanji.

16 Business Terms in The Korean Drama "Startup"

The Korean Drama  "Startup" starring Bae Suzy, Nam Joo-hyuk, Kang Hana and Kim Seon-ho just finished last week. Do you like this story in  Korean Drama Startup?