Langsung ke konten utama

[Review Film Jepang] My Tomorrow, Your Yesterday : Kisah Cinta Romantis Sepasang Kekasih di Dunia Paralel

[Review Film Jepang] My Tomorrow, Your Yesterday : Kisah Cinta Romantis Sepasang Kekasih di Dunia Paralel


Film Tomorrow I Will Date With Yesterday's You (My Tomorrow Your Yesterday) ini berkisah tentang sepasang kekasih yang saling jatuh cinta, namun berbeda waktu. Film Jepang romantis terbaik ini berlatar dunia paralel, yang jika kita melogikakannya akan sulit diterima nalar karena sangat imajinatif. Durasi film ini berjalan dalam waktu 2 jam.


My Tomorrow, Your Yesterday (ぼくは明日、昨日のきみとデートする Boku wa Asu, Kinō no Kimi to Dēto Suru) adalah film drama romantis, Jepang 2016 yang disutradarai oleh Takahiro Miki berdasarkan novel dengan nama yang sama. Film Jepang ini dibintangi Sota Fukushi dan Nana Komatsu. Film ini dirilis di Jepang oleh Toho pada tanggal 17 Desember 2016.





[Sinopsis Film Jepang] My Tomorrow, Your Yesterday : Kisah Cinta Romantis Sepasang Kekasih di Dunia Paralel


Alkisah, ada seorang lelaki bernama Takatoshi yang bertemu gadis bernama Emi. Mereka bertemu di sebuah gerbong kereta. Takatoshi dan Emi saling memandang dan akhirnya saling jatuh cinta, meskipun mereka baru bertemu pertama kali. Saat itulah mereka memutuskan untuk berpacaran. 


Namun ada satu hal yang ganjil yaitu ternyata Takatoshi yang ditemui oleh Emi adalah orang yang berbeda. Takatoshi tidak menyadari akan hal ini. Ia kadang melihat Emi menangis di momen yang tak tepat


Takatoshi merasa ada yang aneh dari Emi. Emi bisa memprediksi hal-hal yang akan terjadi padanya dan selalu menangis setiap kali Takatoshi berbuat baik kepadanya. Emi juga selalu menolak untuk menghabiskan waktu bersamanya setelah tengah malam. 


Setelah keduanya menyempurnakan hubungan mereka pada tanggal 1 Maret, Takatoshi menemukan jurnal Emi yang sengaja ia tinggalkan di atas meja. Namun isi jurnal tersebut sangat aneh, karena Emi menulis seolah-olah waktunya berjalan mundur: halaman pertama bertanggal 16 Maret dan halaman terakhir bertanggal 15 Februari.

My Tomorrow, Your Yesterday

Plot film My Tomorrow, Your Yesterday ini berkisah tentang Emi Fukuju yang jatuh cinta dengan Takatoshi. Namun jalinan cinta mereka ternyata terhalang perbedaan alur waktu. Alur hidup Emi berjalan mundur, sedangkan alur waktu Takatoshi berjalan maju.


Di awal pertemuanku adalah perpisahanmu.


Di film My Tomorrow, Your Yesterday ini, saat pertemuan pertama Emi dengan Takatoshi di gerbong kereta, gadis itu menangis. Karena itu adalah hari terakhir Emi bertemu Takatoshi. 


Sedangkan di pertemuan terakhir saat Emi dilukis, ia tersenyum. Namun Takatoshi justru menangis, karena bagi Takatoshi itu adalah akhir pertemuan mereka. 


Keduanya tidak akan bisa saling bersama, kecuali jalinan waktu saling bertabrakan, sehingga satu waktu mereka mengalami usia yang sama. 




[Review Film Jepang] My Tomorrow, Your Yesterday : Kisah Cinta Romantis Sepasang Kekasih di Dunia Paralel


Well... Meskipun ide cerita film Jepang ini mirip dengan film barat berjudul Benjamin Button yang lelakinya mengalami penyakit aneh sehingga berbeda usia dan juga mengalami perbedaan waktu. Namun, saya merasa penulis skenario film My Tomorrow Your Yesterday ini sangat berbeda dalam mengemas drama dalam kisah cintanya. 


Film My Tomorrow Your Yesterday ini berhasil meraup pendapatan sebesar 1,7 juta dollar. Ide cerita film Jepang romantis tentang dunia paralel memang sudah sangat banyak, namun saya merasa film inilah yang paling berkesan karena bikin mikir dan jadi agak lemot diterima. Hehe




Kalau dipikir-pikir idenya mirip juga dengan film anime berjudul Your Name ya. Hanya saja tidak saling bertukar tubuh. 


Lalu, fragmen yang menunjukkan kedekatan Emi dan Takatoshi ini menurutku sangat manis, mengingat mereka tidak bisa saling mengabari kecuali Emi yang telepon lebih dulu. Jadi waktu yang dihabiskan bersama terasa sangat berharga.


Hmm... pas saya ngulang nonton filmnya lagi, saya jadi paham kenapa Takatoshi dan Emi mengalami kegalauan yang sangat mendalam karena perbedaan waktu yang tidak bisa ditembus oleh keduanya. Distorsi waktu ini membuat mereka seolah masuk dalam dunia paralel. 


Takatoshi dan Emi


Ibaratnya gini loh... ketika kamu bertemu dengan seseorang yang ada di hari sebelumnya, ingatanmu akan menghilang karena orang itu berbeda waktu denganmu keesokan harinya. 


Waktu di kehidupan keduanya itu saling berlawanan itulah yang membuat aneh. Mereka bisa bertemu 1 bulan dalam lima tahun sekali, di usia yang sama yaitu 20 tahun. Bahkan, dulu Emi pernah bertemu dengan orang tua Takatoshi dan berfoto bersama. 





Foto di dompet dan diary Emi adalah bukti bahwa perkataannya tentang alur waktu hidup keduanya yang berbeda itu benar. Bukan rekaan belaka. 


Novelnya sudah terbit di Indonesia


Menurutku film Jepang ini benar-benar sangat di luar prediksi dan agak sulit diterima nalar, tapi tetap menarik untuk perbincangkan karena seru banget!  Film My Tomorrow, Your Yesterday inilah yang sangat berkesan untukku. Aku juga suka dengan OST Film My Tomorrow Your Yesterday yang dibawakan oleh Back Number.



Kalau kamu gimana? Apa judul film favoritmu yang sangat berkesan? Share dong di kolom komentar. 🥰


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengatasi Saldo Terpotong Saat Transaksi Internet Banking Gagal

Cara Mengatasi Saldo Terpotong Saat Transaksi Internet Banking Gagal Pernah mengalami dana terpotong saat transaksi internet banking gagal? Saya baru aja mengalami hal ini. Kronologinya begini. Hari Jumat sore saya butuh pulsa buat internet karena sedang ada kerjaan yang harus online. Males banget buat ambil duit di ATM karena seringnya ATM di Indomaret error atau kosong isinya. Jadi saya putuskan buat beli pulsa lewat internet banking Klik BCA .

16 Business Terms in The Korean Drama "Startup"

The Korean Drama  "Startup" starring Bae Suzy, Nam Joo-hyuk, Kang Hana and Kim Seon-ho just finished last week. Do you like this story in  Korean Drama Startup?

Rambu-rambu Lalu Lintas yang ada di Jepang

Rambu-rambu lalu lintas yang ada di Jepang  Rambu-rambu lalu lintas yang ada di Jepang kebanyakan ditunjukkan dalam bentuk simbol. Namun, untuk beberapa kondisi, rambu lalu lintas tidak ditunjukkan dalam bentuk simbol gambar, tetapi dalam bentuk tulisan yang ditulis dalam huruf kanji.